Kamis, 27 Februari 2014
Sabtu, 01 Februari 2014
06.23
Karawang-
Di era tahun 80an, namanya berkibar sebagai artis rock papan atas
Indonesia. Lewat tembang ada kamu dan satu kata, Hariadi Wibowo atau
lebih dikenal dengan Hari Mukti berhasil meraup kesuksesan di ranah
selebritis Indonesia, lagu-lagunya kerap bercokol di puncak tangga lagu
Indonesia kala itu.
Hari Mukti menjadi ikon rock saat itu, dengan gaya khasnya jaket kulit, sarung tangan, dan juga jins dengan sobekan disana-sini di atas panggung, Hari Mukti berhasil menyihir ribuan pasang mata ketika itu.
Hari Mukti kini telah berubah 180 derajat dengan Hari Mukti yang dulu. Kini terlihat sosok yang relijius. Hari Mukti kini lebih sering terlihat memakai baju gamis sampai sepanjang mata kaki dengan sorban melilit peci. Hal itu terlihat kontras dengan gaya busananya dulu.
Di pertengahan tahun 90an, Hari Mukti memutuskan untuk keluar dari jagat hiburan Indonesia. Dirinya mulai merasakan kejamnya persaingan di dunia keartisan. Hari Mukti yang saat itu bergelimang harta, tidak lantas membuat dirinya bahagia dengan status artisnya. Akhirnya Hari Mukti memulai pencarian jatidirinya, dengan mendatangi ulama untuk mempelajari agama. Ditahun 1995 dirinya pernah dinasihati oleh ulama, bahwa aktivitas yang mengantarkan pada keharaman itu haram. Dari situ, Hari Mukti haqul yakin untuk keluar meninggalkan jagat yang membesarkan namanya dan berkonsentrasi di jalur perjuangan agama.
“Saya dulu tidak pernah ketinggalan sholat, namun saya juga maksiat. Dengan pentas diatas panggung, penontonnya joget, mabok dan sebagainya. Jadi dulu saya memisahkan agama dari kehidupan,” tegasnya
Lewat proses yang panjang semenjak keluar dari jagat hiburan, Hari Mukti terus mempelajari islam sampai hari ini. Jalan dakwah menjadi pegangan yang terus diembannya kini. Status sebagai pendakwah, dirasakan Hari Mukti lebih membahagiakannya daripada statusnya dulu sebagai artis.
“Dulu saya banyak harta dan ingin masuk surga, harta yang saya miliki itu di infaqan namun dihasilkan dengan cara maksiat, kini harta yang saya dapatkan didapat dengan cara halal yang diridhoi Allah SWT” jelasnya
Hari ini Hari Mukti tidak lagi disibukkan dengan job menyanyi diatas panggung, tapi disibukkan dengan dakwah diatas panggung. Pekerjaan sebagai pendakwah, menjadi tantangan tersendiri bagi pria kelahiran Ciamis ini.
“ Dulu hidup saya senang-senang terus dalam bayangan murka Allah, sekarang Allah ridho kepada aktivitas yang bermanfaat berdasarkan agama Allah,” jelasnya
Sebagai mantan artis, Hari Mukti mengaku mendapatkan sisi positif dari hal ini. Dirinya memanfaatkan keterkenalannya sebagai mantan artis untuk berdakwah mensyiarkan agama islam. Hal itu lebih mudah dilakukan bagi pendakwah, karena animo masyarakat terhadap ajaran agama akan lebih mudah diterima. Dirinya juga memanfaatkan ilmu yang dimilikinya untuk sedikitnya menasihati orang.
“ Kalo dulu ilmunya maksiat, dipakai untuk membawa orang masuk neraka, sekarang Insyaalloh ilmunya dapat membawa orang masuk surga,” tegasnya
Selain berdakwah Hari Mukti juga disibukkan oleh kegiatan mengaji dan juga bekerja. Hal itu dilakukan sebagai kewajibannya sebagai seorang manusia untuk terus belajar, pemimpin keluarga dan juga pendakwah.
“Hanya 3 hal ini yang sering saya lakukan, ngaji, kerja dan dakwah,” jelas suami dari Ummu Haura ini
Dirinya juga mengatakan bahwa dia tidak akan kembali ke jagat hiburan seperti dulu. Hari Mukti menganggap masa lalu cukup untuk dijadikan ibroh atau pelajaran agar hidup dapat selamat di dunia maupun di akhirat.
“ Rocker kan setan, lah gue mantan setan,” tegasnya dengan logatnya yang khas
Hari Mukti kini tergabung dalam gerakan Hizbut Tahrir Indonesia. Hari Mukti dalam dakwahnya selalu meyerukan pentingnya negara menerapkan syariat islam. Dakwah tanpa kekerasan merupakan slogan yang terus dipakainya.
“Rasulullah itu dulu selama 13 tahun ngomong, dengan ngomong perlahan-lahan orang jadi paham,”
Menurut Hari Mukti sekularisme merupakan hal yang sangat berbahaya. Dengan orang memisahkan agama dari kehidupannya, maka kekacauan akan terjdai disana-sini. (Wildan)
06.14
Karawang-
Banjir yang melanda beberapa daerah Karawang mengakibatkan hewan-hewan
berbahaya masuk ke pemukiman warga. Ular Sanca (Phyton reticulates)
sepanjang 4 meter ditemukan oleh warga di daerah banjir. Tepatnya di
daerah Layapan, Tempuran Karawang 30/01.
Alim, mengatakan bahwa dirinya bersama seorang temannya mendapatkan ular tersebut, ketika sedang mencari ikan-ikan kecil di irigasi. Namun ketika dia mengarahkan jalanya, didapati ular sanca sepanjang 4 meter.
Ular tersebut langsung dibawa ke rumahnya dan menjadi tontonan warga sertempat. Ular yang diketahui berjenis Phyton tersebut memang bukan ular yang berbisa, tapi dengan ukurannya yang bisa mencapai 6 meter, ular tersebut bisa melilit orang dewasa dan membunuhnya dengan mudah.
Seperti diketahui bahwa daerah tempuran merupakan daerah dengan kondisi banjir yang parah, didapati daerah banjir di Tempuran mencapai ketinggian 3 meter. Pada saat air surut, masyarakat berbondong-bondong ke sekitaran irigasi untuk mencari ikan.
Akhirnya oleh alim beserta temannya ular sanca tersebut dijual kepada kolektor ular. Tidak diketahui nominalnya, ular yang mempunyai panjang 4 meter tersebut sempat menjadi tontonan warga.
“Kami jual saja, karena kami tidak sanggup untuk memeliharanya,” jelas alim.(dw)
06.06
Karawang- Ikatan Alumni SMAN 1 Karawang, menggelar penutupan Karawang Edu Fair 2014 (01/02). Acara yang digelar di SMAN I Karawang tersebut dimeriahkan dengan kompetisi futsal, donor darah dan penyerahan piala bergilir.
Karawang Edu Fair 2014 yang merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni SMAN 1 Karawang, dalam rangka memperkenalkan kepada para siswa-siswa SMA seluruh Karawang akan dunia perguruan tinggi dan juga memberi peluang kepada seluruh siswa untuk masuk kedalam perguruan tinggi favorit yang ada di Jawa. Disebutkan ada sekitar 18 perguruan tinggi favorit yang masuk dalam KEF 2014, salahsatunya yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (UNPAD) dan lain-lain.
Karawang Edu Fair yang digelar sejak bulan Desember yang lalu, dimulai dengan roadshow ke beberapa SMA se kabupaten Karawang, dengan memberikan informasi mengenai sistem seleksi perguruan tinggi, dan pemberian motivasi untuk mengambil jenjang perkuliahan.
Ketua Komite Alumni SMAN 1 Karawang, Hj Eli Amalia Priatna, mengatakan bahwa kegiatan KEF tersebut bertujuan agar para siswa SMA yang ada di Karawang mau melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Dia juga menambahkan bahwa KEF ditujukan agar Karawang mampu menghasilkan SDM-SDM yang berkualitas, yang mampu bersaing di era globalisasi. Mengingat Karawang merupakan daerah dengan letak strategis dan diramalkan akan menjadi kota metropolitan ke dua setelah DKI Jakarta.
“ Kegiatan ini diharapkan dapat mampu menumbuhkan apresiasi siswa akan perguruan tinggi, dan juga Karawang dihadapkan pada pertumbuhan kota yang semakin melesat” jelasnya
Hj Eli Amalia yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Karawang menambahkan, bahwa kegiatan yang diprakarsai oleh komite alumni SMAN 1 Karawang tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebersamaan antara alumni SMAN 1 Karawang dengan siswa-siswinya.
“ Mudah-mudahan kegiatan Karawang Edu Fair ini dapat mengguggah kesalehan sosial dan mampu menumbuhkan kebersamaan agar dapat bermanfaat satu sama lain” tambahnya.
Kepala sekolah SMAN 1 Karawang, Drs Padiana, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Karawang Edu Fair tersebut dapat membawa manfaat yang besar bagi tumbuhnya SDM-SDM yang berkualitas dan juga dapat berproses ke tingkatan yang lebih tinggi. Dia menambahkan juga bahwa Karawang dihadapkan pada rendahnya motivasi siswa SMA untuk melanjutkan jenjang ke perguruan tinggi.
“Dengan suksesnya Karawang Edu Fair ini hendaknya dapat membawa putra-putri Karawang ke jenjang yang lebih tinggi dengan masuk ke jenjang perguruan tinggi,” jelasnya (dw)
Langganan:
Postingan (Atom)






